Senin, 14 Desember 2009

Hak Atas Informasi

Hak Atas Informasi
Klasifikasi hak asasi manusia dalam bidang computer yang paling luas dipublikasikan adalah PAPA yang dibuat Richard O. Mason. Seorang professor di Southern Methodist University, menciptakan akronim PAPA untuk menggambarkan empat hak asasi masyarakat dalam hal informasi. PAPA merupakan singkatan dari privacy,accuracy,property,dan accesbility

Hak Atas Pengambilan Keputusan Komputer

Hak Atas Pengambilan Keputusan Komputer Walau masyarakat tidak banyak berpaisipasi dalam pengambilan keputusan mengenai bagaimana computer digunakan, masyarakat memiliki hak tersebut. Hal ini layak jika computer dapat berdampak buruk bagi masyarakat. Hak-hak ini dicerminkan dalam UU computer yang telah mengatur penggunaan computer
Dalam pandangan Johnson, tanggung jawab social atas penggunaan computer yang etis dapat dicapai dengan memenuhi hak-hak masyarakat atas computer sebagai suatu alat

HAK SOSIAL DAN KOMPUTER

Masyarakat memiliki hak-hak tertentu berkaitan dengan penggunaan computer. Hak ini dapat dipandang dari segi computer atau dari segi informasi yang dihasilkan computer.
Hak atas computer
Computer merupakan peralatan yang begitu penuh daya sehingga tidak dapat dipisahkan dari masyarakat. Deborah Johnson, professor pada Rensselaer Institute, yakin bahwa masyarakat memiliki hak atas akses computer, keahlian computer, spesialis computer, dan pengambilan keputusan computer
Hak atas Akses Komputer Setiap orang tidak perlu memiliki sebuah computer, seperti juga tidak setiap orang memiliki mobil. Namun, pemilikan atau akses computer merupakan kunci mencapai hak-hak tertentu lainnya. Misalnya akses ke computer berarti kunci mendapatkan pendidikan yang baik
Ben Shneiderman, professor pada University of Maryland at College Park, mengamati profesi computer setelah huru-hura Los Angeles tahun 1992 dan menemukan bahwa”Aplikasi perangkat lunak dapat menjadi alat Bantu untuk memperbaiki pendidikan, memberikan pelatihan keahlian, mengurangi buta huruf dewasa, memperbaiki organisasi-organisasi kemasyarakatan, mendukung wiraswasta, dan banyak lagi”. Menyadari hal itu, masyarakat berhak atas akses computer
Hak Atas Keahlian Komputer Pada awal pemunculan computer, ada ketakutan yang luas dari para pekerja bahwa computer akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja masal. Hal ini tidak terjadi. Kenyataannya, computer telah menciptakan pekerjaan lebih banyak dari pada yang dihilangkannya. Tidak semua pekerjaan menggunakan computer atau memerlukan pengetahuan computer, tetapi banyak yang demikian. Dalam mempersiapkan pelajar untuk bekerja dimasyarakat modern, pendidik sering menganggap pengetahuan tentang computer sebagai suatu kebutuhan.
Hak Atas Spesialis Komputer Adalah mustahil sesorang memperoleh semua pengetahuan dan keahlian computer yang diperlukan. Karena itu kita harus memiliki akses ke para spesialis tersebut, seperti kita memiliki akses ke dokter, pengacara, dan tukang ledeng

Memperhatikan Lingkungan Budaya

Memperhatikan Lingkungan Budaya Selama proses pengembangan, para eksekutif MNC dan tim pengembangan multinasional harus memperhatikan masalah-masalah budaya. Khususnya, tim pengembangan harus:
1. menyadari perbedaan budaya yang ada diantara Negara-negara tempat anak perusahaan berada dan merumuskan pemecahan yang dapat diterima oleh semua pihak
2. membuat suvei atas keahlian para spesialis informasi yang ada di anak perusahaan agar keahlian tersebut dapat dipergunakan secara maksimal selama penerapan
3. menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi anak perusahaan sehingga personil mereka mendapatkan keahlian dibidang yang kurang mereka kuasai dan meningkatkan keahlian di area yang telah mereka kuasai
4. membuat program-program formal yang mempersiapkan para manajer perusahaan induk untuk bekerja sama dengan para manajer anak perusahaan, dan sebaliknya. Program tersebut harus memperhatikan masalah perbedaan budaya dan cara mengatasinya

namun tidak semua hal diatas menekankan adaptasi budaya, tugas kedua diatas
berusaha memahami kontribusi yang dapat diberikan oleh pegawai anak perusahaan pada proyek dan berusaha memanfaatkan keahlian tersebut
Peringatan perlu disadari bahwa tugas-tugas dan masalah-masalah di atas bukanlah yang selalu diikuti secara berurutan. Sebaliknya itu adalah hal-hal yang perlu diperhatikan. Dalam beberapa kasus, hal-hal tersebut disusun dalam urutan logis. Namun, tim pengembangan harus mengigat keempat kategori tersebut ketika mereka menerpkan GIC.

Strategi Penerapan GIS

Bila suatu MNC mengikuti strategi multinasional, diperlukan sejumlah tim perkembangan, yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Bila strategi global yang diikuti,tim pengmbangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk. Bila strategi internasional yang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat berpergian dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan. Dalam hal strategi internasional, tim pengembangan menyertakan wakil-wakil dari perusahaan induk dan anak perusahaan.
Strategi Transnasional bagi Penerpan GIS
Karena strategi transnasional paling rumit, yaitu berusaha menyatukan seluruh MNC menjadi suatu system yang bekerja dengan lancar, strategi penerapnnya dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan-kegagalan potensial. Strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang berhubungan dengan GIS/kaitan strategi bisnis, sumber daya informasi, pemakain bersama data internasional, dan lingkungan budaya.
Menghubungkan GIS dengan Strategi Bisnis Sejumlah hal penting yang menghubungkan GIS dengan strategi bisnis didaftarkan dibawah ini. Tim pengembangan harus memperhatikan hal ini sejak awal proyek. Tim pengembangan harus:
1. mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis
2. menentukan tujuan dari tiap startegi GIS
3. menentukan strategi global GIS yang sesuai untuk strategi bisins global
4. bekerja sama secara erat dengan eksekutif perusahaan
5. mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi GIS
6. menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi

hal pertama, yaitu bekerja sama dengan eksekutif perusahaan, harus terus diingat
sepanjang proyek berlangsung
Menentukan Sumber Daya Informasi GIS akan menggunakan semua jenis sumber daya informasi, perangkat keras, perangakat lunak, personil, data dan informasi, serta fasilitas. Tugas-tugas penting tim pengembangan yang berkaitan dengan sumber daya didaftarkan dibawah ini . tim pengembangan harus:
1. menentukan jumlah dan alokasi pusat data regional
2. mengidentifikasi penjual yang dapat menyediakan produk dan jasa
3. membuat spesifikasi standar pernagkat keras dan perangkat lunak
4. membuat rencana bagi satu atau beberapa unit penolong
5. siap menghadapi keterlambatan penerapan yang tidak dialami di Negara

tugas kedua dan ketiga berkaitan erat. Ketersediaan penjual akan mempengaruhi
spesifikasi perangkat keras dan perangkat lunak

Permasalahan Teknologi

MNC sering diganggu oleh masalah-masalah yang berkaitan dengan tingkat teknologi yang ada di Negara tempat anak perusahaan berada. Di sejumlah Negara, tidak tersedia cukup sumber energi, yang menyebabkan seringnya terjadi pemadaman listrik. Sirkuit telekomunikasi hanya dapat mengirim data dengan kecepatan rendah, dengan kualitas transmisi yang buruk. Perangkat lunak juga dapat menjadi masalah. Karena banyak Negara yang tidak menghormati hal cipta perangkat lunak dan membiarkan pasar gelap perangkat lunak berkembang, sejumlah penjual perangkat lunak menolak untuk berbisnis di Negara tersebut.
Kurangnya Dukungan Dari Manajer Anak Perusahaan
Manajer anak perusahaan sering juga menjadi masalah. Sebagian yakin bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaan tersebut tanpa bantuan, dan menganggap standar baru sebagai hal yang tidak perlu. Beberapa manajer anak perusahaan dibayar berdasarkan profitabilitas, dan mereka enggan mengikuti solusi perusahaan yang mereka anggap akan menurunkan pendapatan mereka. Manajemen kantor cabang di luar negri dapat pula memandang GIS sebagai suatu pengawasan. Para manajer tingkat menengah mungkin khawatir dilampaui oleh hubungan informasi baru yang menyalurkan data operasional ke perusahaan induk.
Dihadapkan pada masalah-masalah potensial tersebut, merupakan keajaiban kecil bahwa MNC terus mengusahakan GIS. Walau mustahil menghapus seluruh masalah, dampaknya dapat diperkecil dengan mengikuti strategi yang terencana baik.

Masalah dalam Menerapkan Sistem Informasi Global

Kita telah melihat bahwa system informasi global memungkinkan MNC mengkoordinasikan aktivitas perusahaan induk dan anak perusahaan, dan koordinasi tersebut memberikan sejumlah keuntungan. Pentingnya koordinasi merupakan justifikasi yang cukup untuk mencapai system informasi global, namun perkembangan system tidaklah mudah. MNC yang memulai suatu proyek untuk membentuk GIS akan menghadapi sejumlah permasalahan.

Kendala Politis
Pemerintah Negara tempat anak perusahaan berada dapat memaksakan beragam pembatasan yang menyulitkan perusahaan induk untuk menyertakan anak perusahaan dalam jaringa.
Pembatasan Pembelian dan Impor Perangkat Keras Pemerintah nasional berusaha melindungi perusahaan manufaktur local dan mendorong investasi asing dalam manufaktur local dengna menentukan hanya peralatan yang diproduksi atau dirakit di dalam negri yang boleh digunakan.
Pembatasan Pemrosesan Data Kebijakan nasional mungkin mengharuskan data dip roses di dalam negri dari pada dikirimkan ke luar negri dan diproses di tempat lain.
Pembatasan Komunikasi Data Pembatasan komunikasi data yang paling umum adalah pembatasan atas arus data lintas batas. Arus data lintas batas, atau TDF, adalah perpindahan data yang dapat dibaca mesin melintasi perbatasan Negara. TDF dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis:
1. data operasional, seperti data transaksi dalam system informasi akuntansi
2. data pribadi, yaitu data mengenai individu tertentu.
3. transfer dana elektronik dari satu Negara ke Negara lain
4. data teknik dan ilmiah

peratutan TDF, yang dimulai pada tahun 1970-an, telah diterapkan oleh banyak Negara sebagai cara untuk melindungi kebebasan pribadi warga negaranya.